Wang Shiming, wakil ketua departemen propaganda Komite Sentral Partai Komunis, mengkritik negara-negara Barat yang menyepelekan peran China dalam perang itu.
“Orang-orang tertentu di Barat tidak pernah mengakui peran dan posisi China dalam perang anti-fasisme dunia itu,” ujar Wang kepada wartawan ketika ditanya mengapa opini publik Barat selalu mengecilkan peran China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China sendiri bersikap tertutup terkait negara yang akan diundang ke parade peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Asia yang akan diadakan pada 3 September. Tetapi, negara ini mengatakan akan mengundang wakil dari Sekutu Barat yang berperang bersama China saat itu.
Presiden Xi Jinping tampaknya hanya akan ditemani oleh sedikit pejabat tinggi negara Barat di podium parade ini, karena menurut sejumlah diplomat ada keprihatinan pemerintah negara barat terkait masalah-masalah seperti kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin.
Parade 3 September ini akan melalui Lapangan Tiananmen dan menampilkan sejumlah besar senjata baru, wakil dari militer negara asing juga diundang dalam parade ini.
Xi Jinping menghadiri parade 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Eropa yang diadakan di Moskow, tetapi diboikot negara-negara Barat karena peran Rusia dalam krisis Ukraina.
Ide tentara China berpawai melewati Lapangan Tiananmen, yang menjadi lokasi pembubaran demonstrasi pro-demokrasi berdarah pada 1989, juga bisa menjadi alasan para pejabat Barat tidak akan hadir di parade Beijing nanti. (yns)