Sebelumya, selama Ramadan, Israel telah mengurangi pembatasan bagi warga Palestina yang ingin masuk Yerusalem agar bisa melaksanakan salat Jumat di al-Aqsa, tempat tersuci ketiga bagi umat Muslim. Namun, Israel mengumumkan pada Rabu bahwa mereka mencabut izin tersebut bagi 500 warga Palestina yang berasal dari Jalur Gaza karena serangan roket dari Gaza ke Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mendorong Israel untuk mempertahankan dan memperluas tindakan membangun kepercayaan ini sehingga memungkinkan pergerakan orang Palestina dan barang-barang di dalam dan di antara Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem timur, dan meningkatkan kualitas hidup warga Palestina,” ujar Feltman, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (25/6).
Gaza yang dikuasai oleh kelompok Hamas telah dilanda tiga peperangan selama enam tahun, dan saat ini berada di bawah blokade Israel. Israel memberlakukan kontrol ketat atas keluar dan masuknya warga dan barang-barang ke tempat itu.
Aktivis pro-Palestina akan membawa sebuah armada kapal flotila untuk mencapai pantai Jalur Gaza pada akhir bulan ini, guna menentang blokade Israel.
Namun, Feltman mengatakan Sekjen PBB percaya bahwa armada kapal itu tidak akan membantu mengatasi situasi mengerikan di Gaza saat ini.
Lima tahun lalu, upaya serupa juga dilakukan, dan berakhir dengan pertumpahan darah. Saat itu, pasukan Israel menyerang flotila saat fajar, kemudian membunuh 10 aktivis Turki dan memicu protes dari seluruh dunia. (stu/stu)