Dilaporkan Reuters, Perdana Menteri Habib Essid menyatakan bahwa selain memicu kekerasan, terdapat dugaan puluhan masjid tersebut ikut mendanai sejumlah kelompok militan setempat.
(Baca juga: Penembakan di Hotel Tunisia Dilakukan oleh Mahasiswa 23 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas keamanan mengidentifikasi pelaku bernama Saifeddine Rezgui, mahasiswa teknik elektro berusia 23 tahun. Belum banyak informasi yang beredar soal Rezgui dan apa motif dari serangan tersebut.
Belum diketahui juga apakah Rezgui berhubungan dengan kelompok militan ISIS, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serentetan tembakan kemudian meletus secara membabi buta, dari sisi kanan dan kiri pantai dan kolam renang. Pelaku sempat mengisi peluru beberapa kali dan melemparkan bahan peledak, sebelum akhirnya berhasil ditembak mati oleh polisi.
Serangan ini merupakan serangan kedua terbesar pada tahun ini setelah serangan di Museum Bardo di ibu kota Tuni yang menewaskan 21 wisatawan asing.
Serangan ini terjadi hampir bersamaan dengan serangan pemenggalan kepala di pabrik gas di Saint-Quentin-Fallavier di sebelah tenggara Perancis dan pengeboman bunuh diri di masjid Syiah di Kuwait ketika salat Jumat.
(Baca juga: Hari ini, Aksi Teror Guncang 3 Benua dan Tewaskan 54 Orang) (ama/ama)