Pelaku penembakan yang menewaskan sedikitnya 39 orang wisatawan dan warga Tunisia itu sudah ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak sesaat setelah tragedi berdarah itu terjadi. Pihak kepolisian setempat menyebut pelaku adalah mahasiswa lokal berusia 23 tahun yang bernama Saifeddine Rezgui. (Baca: Penembakan di Hotel Tunisia Dilakukan oleh Mahasiswa 23 Tahun)
Perdana Menteri Tunisia Habib Essid mengatakan sebagian besar korban tewas adalah turis Inggris. Selain warga negara Inggris, berdasarkan laporan petugas medis terdapat warga negara Jerman, Belgia, dan Irlandia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna keperluan evakuasi, pihak penyelenggara mengerahkan 10 pesawat untuk mempercepat pemulangan para wisatawan. Sejauh ini sebanyak 1.000 turis sudah dipulangkan. Selain mengevakuasi, pembatalan perjalanan semua paket liburan tujuan ke Tunisia juga dilakukan setidaknya untuk sepekan ke depan.
Maskapai penerbangan dari Belgia untuk keperluan pemulangan para wisatawan ini secara khusus mengirim enam pesawat kosong. Mereka bakal mengangkut wisatawan dari Djerba dan Enfidha pada Sabtu ini.
Salah satu wisatawan yang dipulangkan ke Inggris dari Sousse, Nicola Harris, mengatakan merasa tidak nyaman untuk meneruskan liburannya di Tunisia.
"Saya merasa tidak pantas melanjutkan bersenang-senang di sini dengan adanya peristiwa yang mengakibatkan puluhan orang tewas. Ada perasaan bersalah,” kata Nicola Harris kepada Sky News.
Adapun sejauh ini belum diketahui apakah si pelaku penembakan berhubungan dengan kelompok militan ISIS, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan mengerikan tersebut. (obs)