Intelijen AS Sadap Dua Menteri Keuangan Perancis

Ike Agestu/Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2015 06:52 WIB
Seminggu setelah WikiLeaks merilis bocoran bahwa intelijen AS meyadap tiga presiden Perancis, kini tuduhan baru terkait spionase AS kembali dirilis. Laporan WikiLeaks terbaru mengungkap bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyadap komunikasi dua menteri keuangan Perancis berturut-turut. (Reuters/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan WikiLeaks terbaru mengungkap bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyadap komunikasi dua menteri keuangan Perancis berturut-turut dan mengumpulkan informasi tentang kontrak ekspor Perancis, perdagangan dan pembicaraan anggaran.

Situs WikiLeaks mengatakan bahwa menteri yang ditargetkan adalah Francois Baroin dan Pierre Moscovici, yang mereka memimpin kementerian keuangan 2011-2014.

Tuduhan terbaru yang diterbitkan bersama-sama dengan surat kabar Liberation dan situs Mediapart ini terjadi seminggu setelah Wikileaks melaporkan bahwa NSA telah memata-matai tiga presiden Perancis setidaknya dari 2006 sampai dengan Mei 2012. Pemerintah Perancis lalu memprotes Washington dan mengatakan bahwa perilaku penyadapan antar sekutu seperti itu tidak dapat diterima.


Wikileaks mengatakan bahwa dalam satu dokumen yang berasal dari tahun 2002 dan diperbaharui pada 2012, NSA meminta intelijen Australia, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru untuk mengumpulkan informasi tentang usulan kontrak ekspor Perancis senilai lebih dari US$200 juta di sektor telekomunikasi, listrik, energi nuklir, transportasi, dan kesehatan.

Meski begitu, tidak ada perusahaan Perancis yang disebutkan dalam dokumen Wikileaks.

Dokumen lain yang dibocorkan menunjukkan ringkasan panggilan telepon antara Moscovici, yang kini menjabat sebagai komisaris ekonomi untuk Uni Eropa, dan seorang senator sosialis, sedang membahas keadaan ekonomi Perancis yang buruk dan negosiasi anggaran yang sedang berlangsung.

Dalam cuitannya pada 24 Juni ketika bocoran soal spionase NSA terhadap presiden Perancis terungkap, Moscovici mengatakan ia akan terkejut jika ia menjadi subjek matra-mata dan akan meminta penjelasan dari pihak berwenang Amerika. "Tidak dapat diterima di antara sekutu dan teman," kata dia di Twitter.

Juru bicara kementerian luar negeri Prancis menolak berkomentar terkait hal ini pada Senin (29/6). Sementara di Washington, NSA dan kantor Direktur Intelijen Nasional tidak akan mengomentari secara rinci dokumen terbaru Wikileaks ini.

Para pejabat intelijen AS telah berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak melakukan pengawasan elektronik untuk keuntungan komersial.

"Apa yang tidak kita lakukan, seperti yang telah kami katakan berkali-kali, adalah menggunakan kemampuan intelijen asing untuk mencuri rahasia dagang dari perusahaan asing atas nama—atau memberikan intelijen yang kami kumpulkan untuk—perusahaan-perusahaan AS guna meningkatkan daya saing internasional mereka," kata Direktur Intelijen Nasional James Clapper pada September 2013.

Beberapa sumber keamanan AS dan Eropa telah menyatakan keprihatinan mereka karena dokumen sensitif terbaru kemungkinan telah diberikan kepada Wikileaks oleh sumber yang tidak diketahui, dan bukan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden. Snowden sendiri saat ini berlindung di Rusia setelah merilis puluhan ribu dokumen rahasia intelijen AS pada 2013. (stu)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK