Diberitakan Channel NewsAsia, Selasa (30/6) Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan sepertiga dari imam tersebut dideportasi dalam enam bulan terakhir. Cazeneuve memperingatkan masjid dan penceramah untuk tidak memicu kebencian, menyusul pemenggalan di sebuah pabrik gas pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mendeportasi 40 penyebar kebencian sejak 2012, sejak awal tahun ini kami telah memeriksa 22 kasus dan sekitar 10 imam dan penceramah telah diusir," ujar Cazeneuve.
Kasus Salhi pekan lalu tidak ayal kembali mengejutkan publik Perancis. Setelah melakukan pemenggalan, dia meletakkan bendera bertuliskan Arab di samping kepala korban.
Pria 35 tahun ini juga diyakini mengirimkan foto selfie bersama kepala korban ke nomor ponsel yang diyakini milik militan Perancis di Suriah.
Salhi memang telah diawasi karena keterkaitannya dengan kelompok Islam radikal di Perancis. Namun penyidik meyakini peristiwa pekan lalu tidak hanya dilandasi ideologi, melainkan ada masalah personal juga.
"Tidak diyakini ada motivasi personal juga, tapi dalam peristiwa itu terdapat simbol dari terorisme," kata Cazeneuve. (den)