Diberitakan ABC News, Sabtu (4/6), ganja laris manis di Washington dengan nilai penjualan mencapai US$1,4 juta per hari, kian mendongkrak penghasilan pajak negara bagian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak dilegalkan, toko ganja membengkak hingga berjumlah 160 toko. Pemasukan pajak yang diterima pemerintah dari industri ini di luar dugaan dan jauh melampaui target.
Hal serupa juga dialami oleh Colorado yang mulai melegalisasi ganja pada 1 Januari 2014, mendapatkan pemasukan pajak hingga US$44 juta di tahun pertama.
Namun permasalahan dialami oleh para petani ganja, pengolah dan penjual yang berizin. Mereka harus berkompetisi dengan pasar ganja ilegal dan keberatan dengan pajak cukai tiga lapis, mulai dari ladang hingga toko.
Pemerintah Washington akan mulai menerapkan jalan keluar baru tahun ini. Salah satunya adalah memberi pajak dan peraturan yang lebih ketat terkait penjualan mariyuana medis. Dan mengganti pajak tiga lapis dengan membebani 37 persen cukai pada pelanggan.
Karena banyaknya pemain di sektor ini, harga ganja di Washington turun. Saat toko pertama kali dibuka, satu gram ganja dihargai US$30 (Rp401 ribu), tiga kali lebih mahal dibanding ganja medis.
Saat ini, harga rata-rata ganja per gram adalah US$11,50 (Rp153 ribu).
Para petani ganja dan pelaku bisnis ini berharap pemerintah Washington bisa menerapkan peraturan dan keamanan yang lebih ketat, terutama untuk menjauhkan organisasi kriminal dari industri ini, menjaga ganja tetap dijual di dalam wilayah negara bagian dan menghindari pembelian oleh anak-anak. (den)