"Kita harus meningkatkan permainan kita untuk mencegah serangan-serangan ini," kata Obama, merujuk pada serangan lonewolf, individu yang menyerang karena teradikalisasi sendiri lewat internet.
Obama mengatakan tidak ada rencana untuk mengirim tambahan pasukan AS di luar negeri, ia juga menekankan kembali bahwa perang melawan kelompok militan ISIS tidak akan berlangsung cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, militer AS telah menyesalkan karena Irak tidak merekrut cukup banyak orang, tak sesuai dengan target AS. Militer juga mengakui bahwa perekrutan dan pelatihan di Suriah untuk melawan ISIS bergerak lambat, sebagian karena masalah pemeriksaan relawan.
"Kami terus mempercepat pengiriman peralatan penting, termasuk senjata anti-tank, kepada pasukan keamanan Irak," kata Obama di Pentagon. "Dan saya telah menjelaskan kepada tim saya bahwa kita akan melakukan lebih untuk melatih dan melengkapi oposisi moderat di Suriah."
Sementara itu, Partai Republik mengkritik Obama karena menilai strateginya tidak berhasil.
"Retorikanya tidak sesuai dengan kenyataan. Selama tahun lalu, ISIS telah memperluas jangkauannya secara eksponensial, dan pengaruh kelompok itu terus tumbuh," kata Senator Tom Cotton. "Kita tidak akan mengalahkan tentara jihad radikal dengan birokrat lainnya di DC dan tidak ada dana untuk militer kita di garis depan."
Obama juga mengatakan perlu upaya lebih untuk mencegah perekrutan ISIS di AS. Upaya AS untuk melawan ekstremisme tidak hanya terbatasa pada Muslim Amerika atau kelompok agama, tetapi kelompok militan yang menargetkan upaya rekrutmen di komunitas itu, kata Obama.
"Kita juga harus mengakui bahwa ISIL (ISIS) telah sangat efektif dalam menjangkau dan merekrut orang-orang yang rentan di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat," ujar Obama. (stu)