"Sangat buruk, dan saya merasa sangat kecewa dengan dia dan dengan Partai Republik yang tidak dengan segera menanggapi komentar tersebut, dan membuat Trump berhenti berkomentar," kata Clinton ketika diwawancarai CNN, Rabu (8/7).
(Baca juga: Jika Bukan Hillary Clinton, Lalu Siapa?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Trump yang dianggap rasis juga berakibat kepada sejumlah bisnisnya. Stasiun televisi NBC Universal membatalkan acara penyiaran Miss Universe dan Miss USA yang dimiliki Trump.
Lebih lanjut, Clinton menyatakan kecewa dengan Partai Republik yang tidak bersikap terbuka terkait peraturan tentang kewarganegaraan Amerika bagi imigran Meksiko yang ilegal.
"Mereka menolak jalur untuk pemberian kewarganegaraan. Saya pikir itu sebuah kesalahan," kata Clinton.
Clinton, istri dari mantan presiden Bill Clinton, merupakan kandidat bakal calon presiden yang kuat dari Partai Demokrat. Dalam kampanyenya, Clinton berjanji memperjuangkan masyarakat yang lebih adil, memberikan dukungan pada pernikahan sesama jenis, hak-hak perempuan, kesetaraan gaji, energi bersih dan mengatur Wall Street.
Clinton juga berjanji untuk “membuat perekonomian menyentuh bagi warga biasa, tidak hanya utuk mereka yang sudah kaya” jika terpilih sebagai presiden. (ama/stu)