Diberitakan Reuters, perdagangan terhenti di NYSE pada pukul 11.32, Rabu waktu setempat dan bertahan hingga hampir empat jam lamanya. Perdagangan baru dibuka kembali pada 15.10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa kali ini disebut sebagai mati sistem bursa efek terburuk kedua di Amerika Serikat. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi pada Nasdaq di tahun 2013.
NYSE yang didirikan di Wall Street tahun 1792 memegang 6,12 persen volume saham AS per hari. Kendati sistem mati lama, namun kebanyakan pialang mengaku tidak menemui kendala karena ada 11 bursa efek AS, termasuk yang dijalankan Nasdaq OMX Group dan BATS, bersama dengan lebih dari 40 tempat perdagangan saham swasta lainnya.
Masalah yang dialami NYSE terjadi sebelum pasar dibuka. Menurut petugas NYSE, sistem mengalami kendala koneksi sehingga sekitar 220 saham tidak bisa ditampilkan di layar.
Gangguan sistem ini terjadi di hari yang sama dengan permasalahan jaringan yang dialami oleh maskapai United Airlines, membuat seluruh penerbangan saat itu tertunda selama dua tahun. Selain itu, gangguan juga dialami oleh media Wall Street Journal yang situsnya mati sementara.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan tidak ada tanda-tanda sabotase atau serangan peretas dalam insiden-insiden tersebut. Petugas masih terus memantau situasi di NYSE. Presiden Barack Obama telah diberitahu soal situasi ini. (den)