Diberitakan Channel NewsAsia, dalam rancangan resolusi tersebut Malaysia menyerukan pembentukan pengadilan internasional di bawah pasal 7 Piagam PBB. Artinya, pengadilan bisa memvonis hukuman bagi pelaku dengan sanksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 298 penumpang dan kru MH17 tewas setelah pesawat Boeing 777 itu ditembak jatuh di wilayah timur Ukraina, wilayah tempat terjadi pertempuran antara pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Rusia.
Dugaan kuat, pasukan separatis menembak pesawat itu dengan rudal darat-ke-udara yang disuplai oleh Rusia. Pemerintahan Kremlin membantah keterlibatan mereka dalam insiden itu.
Menanggapi rencana Malaysia, Rusia mengatakan rancangan itu "tidak tepat waktu dan kontraproduktif". Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennadiy Gatilov mengatakan bahwa penyelidikan harus rampung lebih dulu sebelum ada langkah lain yang diambil. Penyelidikan diperkirakan selesai pada Oktober.
Untuk memuluskan rencananya, Malaysia bekerja sama dengan Australia, Belgia, Belanda dan Ukraina - semuanya negara anggota Tim Penyelidikan Gabungan. (stu)