Para saksi mengatakan berbagai macam versi terkait respon Paus ketika ia menerima hadiah dari Morales, yang langsung ia berikan kepada ajudannya.
Menurut beberapa saksi, ketika Paus menerima hadiah tersebut, ada yang menyebutkan bahwa Paus mengatakan "ini tidak baik", sementara Juru Bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan bahwa Paus sepertinya mengucapkan “Saya tidak tahu" (asal-usul dari pemberian ini).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita The Catholic mengatakan pada Kamis (9/7) bahwa pahatan di hadiah itu adalah sebuah reproduksi karya dari Luis Espinal Camps, seorang jurnalis dan aktivis HAM, yang kemudian dibunuh pada 1980 oleh paramiliter di era kediktatoran Bolivia di bawah Luis Garcia Meza.
Pada kunjungannya, Paus Fransiskus berhenti untuk berdoa di sebuah tempat di mana tubuh Espinal ditemukan.
Paus kemudian melanjutkan perjalanannya ke kota Santa Cruz, lalu bersama-sama Morales berpidato di Pertemuan Dunia Gerakan Populer, sebuah organisasi pemerhati orang-orang miskin dan kaum marjinal.
"Apakah kita sadar bahwa ada sesuatu yang salah di dunia ini ketika banyak petani tidak memiliki lahan, banyak keluarga tidak memiliki rumah, banyak buruh tanpa hak, banyak orang yang martabatnya tidak dihormati?," ujar Paus. Selain membahas masalah kemiskinan, marjinalisasi sosial, Paus juga membicarakan soal perusakan lingkungan di Santa Cruz.
Paus Fransiskus mengunjungi Bolivia dalam rangkaian tur Amerika Latin. (Reuters/David Mercado) |
Sementara itu, Evo Morales bergerak ke arah politik sekuler sejak menjabat pada 2006. Ketika itu, ia langsung memerintahkan untuk mengeluarkan alkitab dan salib dari istana presiden, yang dianggap sebagai simbol dari penindasan kolonial Spanyol.
Kemudian, pada 2009, konstitusi Bolivia diubah untuk mendefinisikan bahwa Bolivia adalah negara sekuler, bukan negara Katolik.
Meski demikian, Morales telah mengunjungi Paus Fransiskus dua kali di Roma, dan memujinya karena telah mendukung banyak masyarakat miskin dan kelompok yang termarjinalkan.
Sebelumnya, Paus tiba di Ekuador pada Minggu (5/7) untuk memulai tur sembilan harinya di Amerika Latin, sebelum melakukan perjalanan ke Bolivia dan kemudian Paraguay. Kunjungan Paus Fransiskus ke Amerika Latin ini adalah yang kedua kalinya sejak ia menjadi Paus. Sebelumnya, ia pernah mengunjungi Brasil pada 2013. (stu)
Paus Fransiskus mengunjungi Bolivia dalam rangkaian tur Amerika Latin. (Reuters/David Mercado)