Diberitakan Russian Today, Sabtu (11/7), Hafiz Saeed tewas pada Jumat di daerah Achin, Provinsi Nangarhar, Afghanistan.
"(Ia) terbunuh saat sedang berkumpul di wilayah di mana mereka sedang mendiskusikan rencana," ujar juru bicara Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS), Asib Sediqqi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menegaskan bahwa jasad pria usia 65 tahun ini telah diambil dan diidentifikasikan oleh pasukan keamanan setempat.
Selain Hafiz, serangan AS ini juga menewaskan 30 pejuang militan ISIS lainnya, menurut Sediqqi.
Sebelumnya, kabar mengenai tewasnya Hafiz Saeed pun pernah diutarakan. Namun, ISIS tidak mengonfirmasikan klaim yang dibuat oleh intelijen Afghanistan ini.
Hafiz Saeed merupakan mantan petinggi Taliban cabang Pakistan. Ia kemudian mengungkapkan janji kesetiaan kepada ISIS pada Oktober 2014 setelah berselisih pandangan dengan pemimpin Taliban.
Bersama dengan mantan Taliban lainnya, ia mendeklarasikan lembah pegunungan Tirah di barat laut Pakistan sebagai markas besarnya. Namun, ia kemudian melarikan diri melintasi perbatasan ke Nangarhar di Afghanistan ketika militer Pakistan melancarkan serangan di pangkalan itu.
Awal pekan ini, serangan pesawat tanpa awak AS dijatuhkan di Provinsi Nangarhar. Serangan ini menewaskan tiga komandan ISIS, termasuk Gull Zaman dan Shahidullah Shahid yang diyakini menjadi wakil kepala ISIS dan kepala juru bicara di Afghanistan.
Selama kurang lebih dua bulan belakangan, ISIS menambah jumlah pasukan Taliban di Afghanistan dan telah melebarkan sayap ke sejumlah daerah di Provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan. (ags)