Laporan terbaru dari Pricewaterhouse Coopers menunjukkan jumlah kejahatan siber yang mengejutkan, yaitu terdapat 42,8 juta insiden keamanan informasi yang dilaporkan secara global pada 2014. Jumlah tersebut merupakan kenaikan sebesar 48 persen dari tahun sebelumnya.
Dikutip dari Al-Arabiya, menurut Laporan Keamanan Tahunan Cisco Security, Timur Tengah kini tengah meningkatkan kewaspadaan atas ancaman malware dari serangan siber, terutama di sektor energi yang menduduki peringkat ke lima dalam daftar sektor industri yang paling berisiko terkena malware pada 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus ingat dunia siber akan terus berkembang. Serangan siber secara global akan terus menerus datang dan menuntut adanya pengembangan solusi dan teknologi yang berjalan dengan cepat," kata Nicky Dawson, Direktur International Security and National Resilience (ISNR) di Abu Dhabi.
"Keamanan siber merupakan isu utama yang akan dibahas di Forum Ekonomi Dunia oleh berbagai negara, termasuk Timur Tengah," kata Dawson melanjutkan. (ama/ama)