Juru bicara militer Nigeria, Kolonel Sani Usman memarparkan bahwa dua bom tersebut meledak pada pukul 7.40 pagi waktu setempat, ketika warga Muslim tengah bersiap melangsungkan salat Id di lapangan terbuka di Layin Gwange, Damaturu.
"Empat orang tewas dan tujuh orang terluka akibat ledakan pertama. Sementara dalam ledakan kedua, lima orang tewas dan 11 orang terluka," kata Usman, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, serangan bom juga meledak di sebuah pasar di Gombe, sekitar 200 km dari Damaturu. Serangan ini menewaskan sekitar 50 orang.
Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, berjanji bahwa pemberantasan Boko Haram merupakan prioritas utama dalam pemerintahannya. Namun, sejak menjabat pada 29 Mei lalu, serangan bom oleh Boko Haram terus terjadi di negara itu, utamanya di kawasan timur laut yang kaya minyak, dan menewaskan ratusan orang.
Buhari telah menganti menteri pertahanan Nigeria, sebagai upaya meningkatkan kampanye melawan kelompok militan tersebut. Upayanya untuk memberangus Boko Haram diduga menjadi pembicaraan utama dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di Washington, Senin pekan depan.
Boko Haram berhasil merebut wilayah dengan luas seperti negara Belgia pada akhir 2014. Dengan bantuan negara tetangga seperti Chad, Niger dan Kamerun, militer Nigeria terus melakukan perlawanan dan berhasil mendorong mundur para militan dari sebagian besar wilayah tersebut.
Namun, serangan militan Boko Haram kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Nigeria dan sebagian negara tetangga. (ama/ama)