Diberitakan Channel NewsAsia, massa meneriakkan yel-yel yang meminta pemerintah AS tidak percaya pada Iran. Mereka mengatakan bahwa kesepakatan nuklir mengancam Israel dan keamanan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeffrey Wiesenfeld, panitia penyelenggara Aksi Setop Iran itu mengklaim ada sekitar 10 ribu orang yang mengikuti demonstrasi tersebut. Kebanyakan peserta aksi mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan bahwa kesepakatan tersebut mengganggu hubungan dengan AS.
Dalam kesepakatan pekan lalu, Iran setuju mengurangi pengaya nuklirnya agar tidak mampu membuat senjata dengan balasan penghapusan sanksi dan embargo oleh barat.
Kesepakatan ini menandai keberhasilan perundingan yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun.
Aksi protes ribuan orang di New York menentang kesepakatan nuklir antara AS dengan Iran. (Reuters/Mike Segar) |
Aksi di New York itu juga diisi oleh laporan berita soal pengeboman di seluruh dunia yang dilakukan kelompok radikal yang didukung Iran. "Iran telah membunuh warga Amerika selama 36 tahun. Hentikan kesepakatan," bunyi suara dalam layar.
Menurut cendekiawan dan anggota Partai Demokrat Alan Dershowitz, seorang professor hukum di Harvard, kesepakatan dengan Iran adalah kesalahan besar bagi Amerika, perdamaian dunia dan keamanan Timur Tengah.
Saat ini Kongres yang terdiri dari mayoritas Partai Republik akan meninjau kesepakatan itu dalam 60 hari ke depan. Kongres bisa mengajukan mosi tidak setuju, tapi kemungkinan besar akan diveto oleh Obama. Penolakan veto harus mendapat persetujuan dari dua per tiga anggota Kongres dan Senat. (den)
Aksi protes ribuan orang di New York menentang kesepakatan nuklir antara AS dengan Iran. (Reuters/Mike Segar)