Serangan di Provinsi Diyarbakir itu terjadi ketika sebuah kendaraan yang mengangkut personel keamanan melintas untuk memenuhi panggilan darurat. Di tengah perjalanan, sebuah bom mobil meledak.
Diyarbakir adalah kawasan di tenggara Turki yang banyak didiami kaum Kurdi. Tapi belum ada yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan bom mobil tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS juga disebut ada di balik serangan bom bunuh diri di Suruc, kota perbatasan dengan Suriah, dan menewaskan lebih dari 30 orang, pada Senin (19/7). Disusul serangan dari kelompok Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang menewaskan dua polisi pada Rabu (21/7).
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan dia tidak akan tinggal diam di hadapan mereka yang membunuh polisi Turki. Serangan udara dilancarkan. Begitu pun penangkapan terhadap sekitar 600 tersangka anggota kelompok militan yang diciduk dari berbagai lokasi di negeri itu.
Panasnya Turki diyakini memberikan nafas baru terhadap Amerika Serikat dan pasukan koalisi yang sedang memerangi ISIS dan kelompok militan. Pada pekan lalu AS dan Turki menyepakati penggunaan pangkalan udara Turki untuk keperluan pasukan koalisi dan AS. (ded/ded)