Kelompok pemerhati HAM, Syrian Observatory for Human Rights, memaparkan bahwa kota ini merupakan jalur utama bagi pasukan ISIS untuk membawa barang jarahan dari kota Kobani yang dikuasai Kurdi, hingga ke perbatasan Turki.
Dilaporkan Reuters, dalam upaya perebutan kota tersebut, pasukan kurdi dibantu oleh serangan udara internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Juli ini, koalisi pimpinan AS telah melakukan beberapa serangan yang berkelanjutan di Suriah utara melawan ISIS. Serangan ini menghasilkan perebutan sejumlah kota, dan dianggap sebagai rangkaian serangan yang paling berkelanjutan sejak kampanye melawan ISIS dimulai hampir setahun yang lalu.
Rangkaian serangan tersebut bertujuan untuk membatasi kemampuan kelompok militan ISIS untuk beroperasi dari Raqqa. Selain itu, serangan yang berkelanjutan ini juga berupaya mencegah mereka melawan balik pasukan Kurdi. (ama/ama)