Diberitakan CNN, insiden ini terjadi pada Sabtu pekan lalu di mal Anliang, kota Jingzhou, Provinsi Hubei, saat seorang ibu dan putranya menaiki eskalator. Rekaman CCTV berdurasi 30 detik menggambarkan semua kejadian dengan sangat jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya penyelamatan selama empat jam oleh pemadam kebakaran tidak membuahkan hasil. Tubuh Liujuan akhirnya berakhir dievakuasi setelah petugas membongkar eskalator tersebut.
Siaran berita Wuhan Evening News mengatakan bahwa insiden itu terjadi akibat human error. Petugas pemeriksa eskalator ternyata lupa mengencangkan baut penutup lantai sehingga mudah terlepas.
CNN beberapa kali mencoba menelepon pihak mal namun tidak diangkat. Insiden ini disaksikan lebih dari enam juta orang dan menjadi buah bibir di situs sosial media China, Weibo.
Kecelakaan eskalator seringkali terjadi di China. Senin kemarin seorang bocah balita mengalami patah tangan setelah terjepit di eskalator sebuah mal di provinsi Guangxi.
Di Beijing, seorang anak terjepit kakinya di eskalator sebuah mal. Tahun lalu, 13 orang terluka saat eskalator di stasiun kereta bawah tanah yang mereka naiki tiba-tiba berubah arah.
Melalui Weibo, keluarga Liujuan mendesak aparat menyelidiki kasus ini dengan lebih mendalam serta transparan.
"Perjalanan biasa ke pusat perbelanjaan berakhir tragedi yang menghancurkan kehidupan satu keluarga. Mal itu masih dibuka dan eskalator pembunuh masih berjalan," tulis pengguna bernama @kkcake, adik ipar korban. (den)