Diberitakan Reuters, Selasa (28/7), Pollard akan dibebaskan dengan masa percobaan selama lima tahun pada 21 November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini dia dipenjara di Butner, Carolina Utara.
Pembebasan Pollard disambut gembira pemerintahan Israel. Sebelumnya kasus ini membuat hubungan kedua negara renggang.
Israel selama puluhan tahun selalu mencoba membebaskan Pollard dari penjara AS. Upaya mencari pengampunan juga kerap gagal karena Pollard dianggap sebagai pengkhianat.
Pemerintah AS mengatakan pembebasan Pollard kali ini tidak ada hubungannya dengan kesepakatan nuklir Iran yang diprotes Israel.
Banyak yang mengatakan AS mencoba kembali mengambil hati Israel, salah satunya dengan memberikan bantuan militer pekan lalu.
Israel juga membantah hal tersebut dengan mengatakan pembebasan Pollard tidak akan mengubah sikap mereka terhadap kesepakatan nuklir Iran.
Kasus Pollard memicu perdebatan di Amerika Serikat belakangan ini. Kebanyakan pendukung Pollard mengatakan bahwa tuduhan terhadap dirinya berlebihan jika dibandingkan dengan jumlah dokumen yang dibocorkan.
Mereka berargumen, ada kasus yang lebih besar saat ini, yaitu pembocoran dokumen AS oleh Julian Assange di WikiLeaks dan pengungkapan penyadapan oleh Edward Snowden. (stu)