Diberitakan Reuters, Selasa (28/7), Harlem Suarez alias Almlak Benitez, 23 tahun, ditangkap pada Senin dalam operasi Biro Investigasi Federal AS, FBI. Ia dituduh mencoba menggunakan senjata pemusnah massal yang ia rakit di dalam tas ransel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suarez juga mengunggah permintaan pembuatan bom melalui Facebook. Ia mengatakan, "beri aku sebuah video atau apapun dan apa yang saya perlukan untuk membuatnya".
Dalam diskusinya dengan si informan, Suarez berencana membuat sebuah bom yang akan ia ledakkan dari jarak jauh menggunakan telepon seluler, bunyi laporan tersebut.
Bom yang memuat lempengan besi ini rencananya disembunyikan di dalam sebuah tas ransel, menurut jaksa penuntut.
Suarez ditangkap ketika ia menerima sebuah materi pembuat bom yang disiapkan oleh agen FBI yang menyamar.
Tidak jelas mengenai kemungkinan apakah Suarez menyewa kuasa hukum atau tidak untuk menghadapi dakwaan ini.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, sejumlah pria muda di AS diduga memiliki rencana melakukan serangan 'lone wolf' sebagai bentuk dukungan terhadap ISIS. (stu)