Sejumlah media melaporkan penemuan koper tersebut dari sebuah foto yang menunjukkan seorang pria tengah memegang koper yang telah rusak tersebut.
Media berbahasa Perancis, Linfo.re, melaporkan bahwa seorang tukang kebun setempat menemukan koper tersebut dekat tempat puing pesawat Boeing 777 itu ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut yang menghubungkan koper tersebut dengan pesawat MH370, yang hilang secara misterius pada 8 Maret 2014 lalu.
Dikutip dari Sky News Australia, Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss menyatakan pemerintahnya akan menjadikan puing pesawat yang baru ditemukan sebagai petunjuk utama dari pencarian MH370.
Meski demikian, Truss menyatakan bahwa saat ini terlalu dini untuk dapat menyimpulkan bahwa puing tersebut milik pesawat MH370. Puing tersebut ditemukan terdampar sejauh 5.000 kilometer dari tempat diduga jatuhnya pesawat.
"Puing pesawat dapat terdampar sangat sangat jauh dalam waktu 16 bulan. Kami sangat terkejut puing tersebut bisa terdampar di wilayah itu," kata Truss di Sydney, dikutip dari SBS.
Truss menyatakan jika nomor yang tercantum dalam puing tersebut bukan nomor seri pesawat, terdapat kemungkinan bahwa nomor itu merupakan nomor perbaikan, yang dapat mempercepat penyelidikan.
Truss juga memaparkan bahwa pihak berwenang Australia akan membantu penyelidikan yang akan dipimpin oleh tim penyidik dari Malaysia dan Perancis, mengingat puing ini ditemukan di wilayah Perancis.
Para peneliti keselamatan udara dari AS meyakini bahwa puing tersebut berasal dari flaperon pesawat Boeing 777.
Sebelum puing ditemukan, Australia telah memimpin penyidikan untuk mencari jejak hilangnya MH370 di sepajang 55.000 kilometer persegi dasar laut Samadera Hindia, bagian barat Perth yang luasnya mencapai 120.000 kilometer persegi, tempat yang diduga pesawat itu jatuh. (stu)