Awal minggu ini, lebih dari 2.000 imigran ilegal--kebanyakan berasal dari Afrika dan Timur Tengah--melakukan aksi berbahaya dengan masuk lewat terowongan kereta bawah laut yang menghubungkan kedua negara. Peristiwa ini diberitakan luas dan menjadi berita utama di banyak media, disusul desakan pada Cameron untuk bertindak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imigran berusaha masuk ke Inggris dan menunggu di Calais, Perancis. Menurut Eurotunnel, perusahaan yang mengoperasikan kereta barang dan penumpang melaluai Terorongan Channel, jumlah imigran ini meningkat tajam dari 600an orang menjadi 5.000 orang.
Eurotunnel juga mengatakan, para imigran sekarang sudah lebih terorganisir, mereka memanfaatkan malam hari untuk mencoba menerobos terowongan Channel dalam jumlah besar.
Bahkan, Eurotunnel sendiri terkadang terpaksa menghentikan layanannya karena aktivitas para imigran di terowongan. (stu)