Diberitakan Reuters, Minggu (2/8), penyitaan dilakukan di dua pabrik minuman keras Guikun dan Deshun di kota Liuzhou, Guangxi. Kedua pabrik ini kedapatan memasukkan serbuk Sildenafil, atau yang dikenal sebagai Viagra, ke tiga produk minuman baijiu mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi China telah menyita 5.357 botol miras yang dicampur Viagra, 1.124 alkohol mentah dan serbuk sildenafil, total bernilai hingga lebih dari 700 ribu yuan atau Rp1,5 miliar, bedasarkan pernyataan Badan Obat dan Makanan Liuzhou di situs mereka akhir pekan lalu.
Ini bukan kali pertama baijiu dicampur Viagra di China. Sebelumnya tahun lalu pengusaha di Provinsi Hubei ditahan atas kasus yang sama.
Pelanggaran peraturan keamanan makanan menjadi masalah yang terus terjadi di China. Masyarakat negara itu dihantui oleh makanan beracun atau palsu yang beredar cepat.
Juni lalu, aparat menyita daging selundupan senilai 3 miliar yuan, beberapa di antaranya telah membusuk dan berusia lebih dari 40 tahun. (Baca juga: China Sita Daging Selundupan Busuk Berusia 40 Tahun)
Tahun 2013, polisi membongkar praktik penjualan daging tikus dan mamalia kecil lainnya dengan label daging domba senilai US$1 juta. (den)