Turki secara formal menyetujui pengunaan pangkalan udaranya oleh AS dan pesawat koalisi bulan lalu, menandai perubahan besar dalam kebijakannya setelah beberapa lama enggan mengambil peran aktif dalam memerangi ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki dan AS berencana memberikan dukungan kepada pemberontak Suriah yang dilatih AS dengan bantuan serangan udara, untuk bersama-sama menyapu militan ISIS dari Suriah utara dengan perbatasan Turki yang membentang sepanjang 80 km.
Para diplomat mengatakan bahwa dengan memutuskan akses ISIS ke perbatasan—yang merupakan jalur suplai dan masuknya tentara asing—akan memberikan efek yang besar di dalam peperangan melawan kelompok militan tersebut.
Namun, terdapat tantangan besar. Pemerintahan AS mengatakan pada Selasa (4/8) bahwa mereka memiliki indikasi yang menunjukkan bahwa pemberontak Suriah yang mereka latih telah ditangkap militan al-Qaidah. (stu)