Dikutip dari Emirates247 pada Rabu (5/8), pihak berwenang dari badan cuaca di UEA menjelaskan bahwa dampak gelombang panas di Timur Tengah memang tak "mampir" di wilayah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat Meteorologi dan Seismologi Nasional (NCMS) telah mencatat suhu tertinggi di UEA mencapai 43-48 derajat celsius, namun puncak suhu tertinggi itu sudah berakhir.
Lebih lanjut, NCMS telah mengeluarkan peringatan hujan dengan petir di bagian tenggara UEA.
"Angin kencang menyebabkan debu dan memperburuk jarak pandang kurang dari 1,000 meter di beberapa wilayah tenggara," kata NCMS.
Sementara itu, Dubai dan Abu Dhabi akan tetap kering. "Terdapat kemungkinan bahwa hujan akan pindah dari pegunungan namun mengarah ke gurun," kata seorang pejabat dari NCMS. (stu)