Rencananya, visa baru ini akan mulai dikeluarkan pada Oktober nanti, setelah Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-ocha menyetujuinya awal pekan ini. Visa ini akan dikenakan biaya senilai lebih dari US$140 (Rp1,8 juta), berbeda jauh dengan visa single-entry yang hanya senilai US$28 (Rp378 ribu).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Badan Asosiasi Perjalanan Thailand, Charoen Wongananont mengatakan pemberlakuan visa baru ini dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan dari negara-negara tetangga Asia.
Selain itu, periode enam bulan ini juga memberikan jangka waktu yang cukup singkat untuk menilai efektivitas dari visa multiple-entry.
Kementerian Olahraga dan Pariwisata Thailand berencana untuk memperluas pasar pariwisata regional dengan mempertajam hubungan dengan negara-negara di sepanjang Sungai Mekong, seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.
Tahun lalu, sekitar 24,8 juta orang mengunjungi Thailand dan menghasilkan pemasukan sebesar US$32 miliar. Pemerintah Thailand berencana untuk meningkatkan jumlah pengunjung hingga 29 juta pada tahun ini.
Menurut data resmi, jumlah kedatangan wisatawan internasional per tujuh bulan ini meningkat sebanyak 30,7 persen dan meningkatkan pendapatan negara hingga 30 persen. (stu/stu)