Diberitakan CNN, Sabtu (8/8), tersangka bernama Tamara Samsonova ditahan pada 28 Juli lalu setelah kamera CCTV menunjukkan wanita tua ini mengeluarkan beberapa plastik besar dari apartemennya pada tengah malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pengadilan, Samsonova sama sekali tidak terlihat bersalah, malah melemparkan ciuman untuk para wartawan sesaat setelah hakim menyatakan dia akan dipenjara.
"Saya tidak punya tempat tinggal lain. Saya sudah tua. Saya sengaja melakukannya untuk beristirahat. Saya telah memikirkannya 77 kali dan memutuskan harus berada di penjara. Saya akan mati di sana dan saya akan dikubur pemerintah," kata Samsonova.
Dalam penyelidikan polisi, Samsonova diduga terkait dalam 11 pembunuhan lainnya. Polisi juga tengah menyelidiki dugaan kanibalisme setelah ditemukan tidak adanya organ dalam tubuh korban, terutama paru-paru.
Polisi belum mengungkapkan bukti apa pun pada wartawan soal dugaan kanibalisme ini. Namun Media Rusia meyakini dalam buku hariannya, Samsonova menuliskan soal kanibalisme dan ritual pembunuhan, memicu polisi menyelidiki masalah ini.
Di antara para korbannya diduga adalah beberapa orang tetangga, pemilik apartemen sebelumnya, dan suami Samsonova sendiri yang dilaporkan hilang 10 tahun lalu.
Di luar TKP, warga setempat meletakkan karangan bunga untuk mengenang korban yang dikenal sangat baik. Warga kaget mendengar kasus ini, namun mereka mengaku tidak terlalu terkejut.
"Tamara Samsonova adalah wanita yang sangat aneh, licik dan mencurigakan," kata Natalia Fedatovskaya, kawan lama korban.
"Saat saya tanyakan padanya soal kawan saya yang hilang, dia memohon agar saya tidak menelepon polisi dan menarik tangan saya. Polisi mengatakan saya beruntung bisa lolos saat itu," lanjut dia.
Polisi saat ini juga tengah menyisir kasus pembunuhan lama yang tidak terpecahkan untuk mencari tahu apakah ada kaitan dengan Samsonova yang kini telah dijuluki "Nenek Penjagal." (den)