Komandan Otoritas Keamanan Laut Italia, Massimo Tozzi mengatakan puluhan jenazah imigran Libya yang bertujuan untuk bersandar di negeri pizza itu ditemukan anak buahnya terendam air, solar dan kotoran manusia. Kesemuanya berada dalam lambung kapal dalam kondisi yang berdesakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini merupakan kejadian fatal kedua bagi para imigran asal Libya di Laut Mediterania pekan ini. Selasa lalu, sekitar 50 imigran hilang ketika sebuah perahu karet yang dipakai oleh mereka untuk menyeberang terbalik dan tenggelam di Laut Mediterania.
Hingga kini sekitar 2.000 migran telah diselamatkan. Berdasarkan data sampai hari ini, tercatat sudah 200 imigran tewas akibat pelayaran yang tak aman dalam sebulan. Laut Mediterania telah menjadi titik persimpangan paling mematikan di dunia bagi migran.
Sebuah organisasi yang berbasis di Jenewa mengatakan sepanjang tahun ini sudah ada 250 ribu orang menyeberangi Mediterania. Mereka kebanyakan lari dari negara mereka yang diamuk perang dan kemiskinan.
“Lebih dari 100.000 telah tiba di Italia tahun ini, kata Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano. (sip)