Sebenarnya, perjanjian gencatan senjata ini cukup berarti bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebab, lokasi dari bentrokan itu ssangat dekat dengan pusat pemerintahan Suriah di Damaskus. Sehingga ancaman pendudukan terhadap Damaskus dari pihak pemberontak maupun Hisbullah kembali meneror penduduk sipil di ibu kota Suriah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan kegagalan negosiasi adalah masalah perubahan demografis dan kurangnya kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan dari warga sipil," kata juru bicara Ahrar al-Sham Ahmed Qara Ali dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Reuters.
Selain itu, permintaan untuk pembebasan 40 ribu tahanan dari pihak pemeberontak ditolak. Pada Sabtu waktu setempat, bentrokan senjata antara Hisbullah, pemberontak dan tentara Suriah kembali pecah. Alhasil, beberapa tentara Suriah menderita luka. Lebih dari itu, bentrokan juga telah menewaskan seorang bocah dan 12 warga sipil lainnya terluka. (sip)