Wakil Duta Besar RI untuk Thailand, Bebeb Djundjunan mengungkapkan, bom tersebut meledak di distrik Rachaprasong. Sementara ini, lanjutnya, pihak KBRI masih mencoba mencari informasi lebih lengkap.
“Daerah tersebut sudah disterilkan aparat keamanan. Tepatnya di perempatan sekitar Gaysorn dan Central World Plaza,” jelasnya kepada CNN Indonesia, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Belum ada (korban WNI). Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah di-seal. Kita masih koordinasi dengan pihak aparat keamanan dan polisi,” jelas Bebeb.
Sementara itu, terkait jenis bom, Bebeb menyatakan bahwa pihak aparat keamanan Thailand sudah mengkonfirmasi ledakan tersebut berasa dari TNT. Hingga kini, lanjutnya, 15 orang dinyatakan meninggal sementara 80 orang luka parah akibat ledakan.
“Firm it’s a bomb, jenisnya TNT,” ungkap Bebeb.
Bebeb menambahkan, saat ini pemerintah Thailand sudah menanggapi adanya serangan bom tersebut. Ia mengaku pihak pemerintah bakal segera mengusut siapa dalang dibalik peledakan bom TNT tersebut.
“Perdana Menteri sudah instruksikan Menteri Pertahanan untuk mengusut segera kasusnya,” jelas Bebeb.
“Yang bisa saya katakan sekarang adalah adanya pemboman yang menggunakan motor, atau bom motor,” kata Kepala Deputi Kepolisian Thailand Aek Angsananond, kepada Reuters.
Saksi mata di tempat kejadian mengatakan ada potongan daging manusia yang hancur dekat ledakan, dan sesaat kemudian petugas meminta semua orang untuk menjauh dari tempat kejadian perkara.
(gir/gir)