Pada Rabu (19/8) Juru Bicara Kepolisian Thailand Prawut Thawornsiri juga mengatakan tim penyelidik kini juga yakin bahwa dua pria lain yang terekam CCTV merupakan kaki tangan pelaku.
Setidaknya 22 orang tewas akibat ledakan bom di depan kuil Erawan, di pusat kota Bangkok, 11 diantaranya adalah warga asing, termasuk satu warga negara Indonesia. Sementara itu, setidaknya 120 lain terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah wawancara di televisi Thailand, Prawut mengatakan bahwa perintah penangkapan sudah dikeluarkan terhadap seorang pria asing, yang wajahnya mirip seperti sketsa yang dirilis polisi: pria dengan rambut hitam, jenggot dan kaca mata hitam.
Namun polisi mengatakan bahwa beberapa warga Thailand juga terlbat dalam serangan bom.
Prawut juga mengatakan, dua pria lain, satu berpakaian merah dan yang lain berpakaian putih, yang terlihat di sektar tersangka pertama, tampak menutupi pria itu dari kerumunan saat ia meletakkan tas ransel di pagar.
Sebelumnya, imbalan uang sebesar 1 juta baht (Rp383 juta) ditawarkan bagi siapapun yang memberikan informasi yang berujung pada penangkapan pelaku bom.
Kuil Erawan, yang porak-poranda akibat ledakan, dibuka kembali bagi publik pada Rabu. (stu)