Sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, Kim Yang Gon, mengirim surat pada Kamis (20/8), yang isinya mengatakan bahwa propaganda Korsel lewat pengeras suara adalah ajakan perang, namun Korut “bersedia menawarkan jalan keluar untuk menyelesaikan situasi saat ini dan memperbaiki hubungan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi saling balas propaganda serta tembakan artileri ini terjadi menyusul terlukanya dua tentara Korsel yang berpatroli di Zona Demiliterisasi (DMZ)--yang membatasi kedua Korea--akibat ranjau darat.
Korsel menuduh Korut menanam ranjau itu, namun Pyongyang membantah keterlibatan apapun.
Di saat yang sama, Korut juga memprotes latihan gabungan militer Korsel dan Amerika Serikat serta beberapa negara lain yang sedang berlangsung dari 17-28 Agustus. (stu)