Reka ulang akhirnya dibatalkan setelah menerima teriakan dari warga yang ada di lokasi dan para kru diusir polisi. Kegiatan stasiun televisi ini dipotret oleh seorang warga dan diunggah di media sosial Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto itu telah diretweet lebih dari 10 ribu kali dan menuai kecaman dan kritikan. Pengguna media sosial menyerukan orang yang bertanggung jawab dalam acara itu mengundurkan diri.
[Gambas:Twitter]
Presiden Nation Broadcasting Corporation, Adisak Limprungpatanakij, langsung mengeluarkan pernyataan maaf yang dibacakan dalam beberapa siaran berita Nation TV.
"Atas nama Nation TV, saya meminta maaf dengan tulus dan menyesali upaya kami mereka ulang adegan tersebut tanpa memikirkan dampaknya terhadap perasaan publik," kata Adisak.
[Gambas:Twitter]
Adisak juga mengatakan bahwa Nation TV akan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap kru yang bertanggung jawab.
Ledakan di Kuil Erawan, Bangkok, terjadi pada Senin (17/8), menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Seorang di antara yang tewas adalah turis asal Indonesia.
Hingga kini kepolisian Thailand masih berupaya mencari pelaku yang tindakannya tertangkap kamera CCTV. (den)