Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin menilai pengadaan pameran yang diikuti oleh negara-negara Barat ini menunjukan bahwa Rusia tidak terisolasi dari dunia internasional akibat sanksi.
Galuzin mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Perancis juga turut serta dalam pameran ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran yang berlangsung selama lima hari ini telah resmi dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (25/8) kemarin. Rencananya, pameran akan ditutup pada 30 Agustus.
"Terlepas dari situasi politik internasional saat ini, MAKS, seperti waktu-waktu sebelumnya, akan menawarkan kerja sama yang efektif bagi para ahli dan pengembang produk serta menemukan relasi baru," ujar Putin dalam pidato pembukaannya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya terbuka dalam kerja sama bisnis di bidang industri penerbangan. (Reuters/Maxim Shemetov) |
Sejumlah perusahaan terkemuka Rusia tak mau kalah saing dalam ajang pamer teknologi ini. Perusahaan nasional pengembang teknologi Rusia Rostec, perusahaan eksportir senjata Rosoboronexport, perusahaan pembuat senjata Almaz-Antey, perusahaan helikopter Rusia dan sejumlah perusahaan industri ruang angkasa turut andil dalam MAKS 2015. (stu)
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya terbuka dalam kerja sama bisnis di bidang industri penerbangan. (Reuters/Maxim Shemetov)