Padahal, hingga kini polisi belum mengungkapkan keterlibatan para tersangka terhadap serangan yang menewaskan 20 orang tersebut.
Dalam konferensi pers di Bangkok, Pumpanmuang memaparkan pujian kepada para penyidik dalam kasus tersebut sembari menarik tumpukan uang kertas (banknotes) yang akan diberikan dari tasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses penyelidikan hingga berujung pada penangkapan ini merupakan kerja keras para petugas," kata Somyot.
"Ini adalah hasil kerja keras pemerintah Thailand, tanpa petunjuk apapun," ujar Somyot.
Polisi memberikan pernyataan yang bertentangan ketika ditanya apakah pria yang ditangkap pada Sabtu (29/8) merupakan tersangka utama tertangkap kamera CCTV.
rekaman keamanan malam ketika 20 orang tewas, 14 dari mereka orang asing.
Hingga kini, polisi belum mengungkapkan apakah tersangka yang ditangkap memberikan informasi terkait pengeboman.
Selain itu, belum jelas juga apakah sampel DNA, bahan peledak yang disita di apartemen tersangka beserta paspor palsu dan catatan teleponnya memiliki kaitan dengan serangandi salah satu kuil paling terkenal itu.
Somyot, dan istrinya memiliki aset sebesar hampir US$10 juta pada tahun lalu. Somyot menyatakan bahwa sepertiga dari hadiah tersebut berasal dari uang pribadinya. Sementara sisanya, merupakan sumbangan dari seorang pengusaha anonim.
Bukan hanya Somyot yang menjanjikan hadiah bagi siapapun yang dapat menangkap tersangka pengeboman. Putra mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, Panthongtae Sinawatra menyatakan siap memberikan hadiah US$7 juta jika pengebom berhasil ditangkap.
Pada Senin (31/8), polisi merilis surat penangkapan untuk dua tersangka, seorang wanita berusia 26 tahun dan seorang pria berusia 40 tahun. Identitas kedua tersangka tidak dipublikasikan. (ama/ama)