Dikutip dari Deutsche Welle, alih-alih mengucapkan, "Salat lebih baik ketimbang tidur" sebanyak dua kali pada azan subuh, sang muazin, Sheik Mahmoud Maghazi diduga mengucapkan "Salat lebih baik daripada Facebook."
Sontak, permasalahan ini menarik perhatian publik Mesir. Namun Manghazi membela diri atas tuduhan tersebut pada salah satu acara televisi yang populer di Mesir, bernama 10 PM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini akan dirujuk ke kejaksaan sesuai hukum," kata Ebada.
Tuduhan Ikhawanul Muslimin
Maghazi menyatakan para penuduhnya adalah anggota kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin. Maghazi menuduh kasus ini merupakan upaya untuk memberhentikannya dari manajemen masjid, karena Manghazi kerap tidak memperbolehkan aksi protes dan kelas Islam tanpa izin di masjid itu.
"Saya melarang kelompok manapun menggunakan masjid untuk mengadakan kelas tanpa memiliki izin," katanya.
Masjid-masjid di Mesir diawasi oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya memberangus anggota Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya, pasca penggulingan mantan presiden Mohammed Mursi oleh militer pada 2013.
Sejak itu, Ikhwanul ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Mesir. Sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin kini di penjara, atau tinggal di pengasingan. Mursi sendiri kini menghadapi hukuman mati (ama/ama)