Seperti dilansir Reuters, para petani berharap dapat mengumpulkan seribu traktor dan tiga ribu petani di Paris guna menimbulkan efek represif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa bulan belakangan, para petani ternak Perancis mengeluhkan anjloknya harga akibat persaingan asing, rendahnya permintaan akibat embargo Rusia terhadap produk Barat, dan pemerasan oleh pengecer. Akibat segala masalah ini, sekitar 10 persen peternak terancam bangkrut.
Para petani berharap bisa mengumpulkan seribu traktor dan tiga ribu petani di Paris, Kamis (3/9). (Reuters/Jacky Naegelen) |
Protes kian meluas ketika para petani mulai membatasi impor dari produsen Jerman dan Spanyol. Aksi ini membuat Komisi Eropa langsung turun tangan untuk memastikan bahwa aktivitas impor produk ternak masih dapat terus berputar di seluruh pelosok Eropa.
Membendung banjir protes tersebut, pemerintah mengumumkan bantuan berupa rabat pajak, pembayaran tunggakan, dan jaminan pinjaman pada akhir Juli.
"Petani ingin lebih dari sekadar pengumuman, tindakan konkrit untuk merestrukturisasi, mencakup harapan dalam jangka pendek dan panjang, bagi orang yang paling dirugikan, solusi jangka pendek sehingga mereka dapat bertindak lebih lanjut," ucap Smessaert.
Setelah berdialog pekan lalu, petinggi FNSEA, Xavier Beulin, mengatkaan bahwa Presiden Perancis, Francois Hollande, akan mengumumkan aturan baru bagi petani pada Kamis ini. (ama/stu)
Para petani berharap bisa mengumpulkan seribu traktor dan tiga ribu petani di Paris, Kamis (3/9). (Reuters/Jacky Naegelen)