Menurut Juru Bicara Pentagon, Jeff Davis, ini merupakan kali pertama AS melihat kapal militer China berlayar di Laut Bering.
"Kami menghormati kebebasan seluruh negara untuk mengoperasikan kapal militer di perairan internasional sesuai dengan hukum internasional," ujar Davis seperti dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan bahwa Pentagon akan terus mengamati kegiatan mereka. "Tujuannya masih belum jelas," katanya.
Seorang ahli China di lembaga think-tank Washington, Dean Cheng, mengatakan bahwa kehadiran kapal tersebut di Laut Bering merupakan kiriman pesan bagi AS mengenai kekuatan militer China yang mulai berkembang.
"Ini seperti China ingin berkata, 'Sekarang kami adalah angkatan laut biru. Kami akan beroperasi di laut jauh dan kami hadir secara global,'" tutur Cheng.
China memang tengah meningkatkan anggaran pertahanan negara untuk memodernisasi pasukan militernya. Mereka juga membangun angkatan laut "biru laut" yang dapat mempertahankan kepentingan negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia ini.
Tak tanggung-tanggung, anggaran militer China menduduki posisi kedua tertinggi setelah AS, yaitu mencapai 886,9 triliun Yuan.
China pun pamer kekuatan militernya dalam parade peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II hari ini. Sekitar 12 ribu tentara akan diterjunkan ke arena parade.
Barisan tentara ini akan diikuti oleh pameran sejumlah rudal balistik, tank, dan kendaraan bersenjata, sebagian besar di antaranya belum pernah dilihat publik sebelumnya. Pesawat jet tempur juga dijadwalkan berakrobat pada parade tersebut. (stu)