Kini, Korea Utara disinyalir menyerang balik dengan memasukkan lagu-lagu propaganda di beberapa bar karaoke Korea Selatan.
"Hidup, hidup, jenderal Kim Jong Il!" demikian petikan lagu Glory to the Dear Leader yang dipersembahkan bagi mendiang mantan pemimpin Korut, Kim Jong Il, dalam salah satu gerai karaoke di Seoul, Korsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat dari Partai Saenuri, Hong Moon-pyo, menganggap kemunculan lagu propaganda ini seperti racun. "Mesin karaoke ini memiliki kekuatan untuk menghancurkan mentalitas dan akal kami. Mesin ini seperti jamur beracun yang dapat menginfeksi 50 juta Korea Selatan," katanya seperti dikutip Reuters.
Namun, Hong mengaku tidak tahu seberapa luas lagu tersebut sudah menyebar. Menurutnya, belum banyak orang tahu.
Hong pun mengutus seorang imigran China beretnis Korea untuk menyelundup ke dalam bar-bar karaoke guna mencegah meluasnya penyebaran racun pikiran tersebut.
"Seperti air diserap spons, menyanyikan lagu yang memuja Korea Utara secara perlahan dapat menyerap ke dalam pikiran kita dan membuat kita lemah," katanya.
Perang antara Korut dan Korsel pada 1950-1953 memang sudah berakhir dengan disepakatinya gencatan senjata. Namun, belum ada perjanjian damai yang diteken. (utw)