Seperti dilansir The Independent, tuduhan ini bermula saat Moghimi mengunjungi Farghadani di penjara. Di akhir kunjungan, Moghimi menjabat tangan Farghadani yang merupakan lawan jenisnya. Dalam hukum Iran, hal ini dilarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal tahun ini, Farghadani kembali dijatuhi hukuman, yaitu penjara 12 tahun sembilan bulan akibat publikasi kartun yang mewakili protesnya terhadap rencana kebijakan pemerintah.
Selama tiga bulan awal masa penjara, Farghadani mengaku sering mendapat perlakuan tak menyenangkan. Ia pun melayangkan surat protes kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dan Presiden Iran, Hassan Rouhani.
Tak kunjung mendapat tanggapan, Fraghadani akhirnya mengunggah video yang berisi penjabaran lengkap mengenai perlakuan dalam penjara Evin tersebut, seperti dipukuli oleh para penjaga.
Menurut Amnesty International, Farghadani kini menghadapi dakwaan baru atas tuduhan ketidaksenonohan, dan hukumannya diperkirakan akan diperpanjang. (stu/stu)