Diberitakan Channel NewsAsia, Kamis (10/9), pemilik kapal mulai kehilangan kontak sejak Kamis pekan lalu, saat armada berlayar di Sarawak.
Kapal MV Sah Lian membawa berbagai macam barang kargo, mulai dari produk besi, pipa, hingga bahan makanan dari Kuching menuju Limbang. Kapal tersebut diawaki oleh 14 orang, termasuk warga Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mencari kapal ini, Malaysia telah mengirimkan tiga kapal maritimnya. Malaysia juga terus berkoordinasi dengan pihak otoritas Thailand dan Vietnam.
Sebelumnya, Badan Maritim Internasional (IMB) yang berbasis di Inggris memang menyatakan bahwa perairan Asia Tenggara kini merupakan wilayah paling rawan pembajakan. IMB pun telah mengimbau pihak otoritas negara sekitar untuk bertindak agar situasi tak semakin rumit.
Namun, kapal Malaysia ini dianggap tidak memiliki karakter armada yang selama ini dibajak di daerah Asia Tenggara.
Biasanya, kapal yang dibajak merupakan kapal tanker pesisir kecil. Bahan bakar armada tersebut disedot sebelum akhirnya para awak kapal dibebaskan. (stu/stu)