"Data yang tercatat sementara, yang meninggal dua orang," kata Syailendra saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (12/9) dini hari waktu Indonesia.
Korban pertama bernama Masnauli Hasibuan, jemaah dari Medan kloter sembilan. Korban kedua perempuan, bernama Siti Rasti Darmini, jemaah kloter tiga dari Jawa Barat. "Soal usia kami belum mendapat informasinya," tutur Syailendra. Korban meninggal nantinya akan dimakamkan di Mekkah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban yang tadi di RS Azyat sudah dipindah ke An-Nur semua," lanjut Syailendra menerangkan.
Ia berjanji pihaknya akan terus memantau kesehatan jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi jatuhnya alat berat itu. "Untuk yang luka parah sekali, tentu saja nanti akan kami bantu ibadah hajinya," tuturnya Syailendra lagi. Ia menegaskan, tragedi itu tidak mengganggu jalannya ibadah haji.
Hingga saat ini, diterangkan Syailendra, Masjidil Haram masih ditutup usai kejadian sore tadi. Jemaah pun tidak bisa beribadah di dalamnya. "Masih membersihkan bekas-bekas crane yang jatuh. Disterilkan. Sampai selesai, secepatnya," ujarnya.
Total korban tragedi itu mencapai 200 orang, termasuk jemaah Indonesia. Setidaknya 87 di antaranya meninggal dunia, namun belum ada data pasti soal kewarganegaraan para korban. (rsa/rsa)