Secara umum hasil survei yang menanyakan "Dimana Obama lahir, sejauh yang kau tahu?" menunjukkan bahwa 80 persen orang dewasa AS meyakini Obama lahir di Amerika Serikat. Sementara 20 persen di antaranya meyakini Obama lahir di luar negeri, termasuk 9 persen meyakini adanya bukti kuat yang menunjukkan hal itu, serta 11 persen yang ragu Obama lahir di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei ini sekali lagi menunjukkan kendati Obama telah dua periode memimpin AS masih banyak yang meragukan identitasnya. Pertanyaan soal tempat lahir Obama pertama kali ditanyakan oleh Donald Trump pada pemilu 2011. Lahir di AS adalah salah satu syarat mutlak untuk menjadi presiden.
Desakan Trump di media saat itu memaksa Obama menunjukkan akte kelahirannya, membuktikan bahwa dia lahir di Rumah Sakit Kapiolanis, Honolulu, pada 4 Agustus 1961.
Pertanyaan soal keyakinan Obama juga menjadi pembicaraan saat kampanye. Nama tengah "Hussein" yang disandangnya menjadi satu tolok ukur bahwa dia adalah Muslim, setidaknya itu yang ada di benak banyak orang di AS.
Sebanyak 43 persen simpatisan Partai Republik yang mengatakan Obama adalah Muslim, 54 persen di antaranya adalah pendukung Trump. Mayoritas responden dalam survei CNN/ORC meyakini bahwa Obama beragama Kristen Protestan, sebanyak 39 persen. Segelintir responden meyakini Obama beragama Katolik (4%), Mormon (2%), Yahudi (1%). Sebanyak 11 persen responden mengatakan Obama tidak beragama, dan 14 persen lainnya mengaku tidak tahu.
Survei CNN/ORC ini digelar melalui telepon pada 4-8 September menggunakan metode random sample nasional dengan 1.012 responden dewasa. Hasil ini memiliki marjin error plus atau minus 3 persen poin.
Baca selengkapnya survei CNN/ORC di sini. (den)