"Saya menyerukan semua umat Muslim yang dapat menyerang negara-negara koalisi penghancur agar tidak ragu-ragu. Kita sekarang harus fokus untuk memindahkan perang ke rumah dan kota dari para penghancur Barat dan terutama Amerika," ujar Zawahri dalam pernyataan resmi yang disebar dalam bentuk audio pada Minggu (13/9) seperti dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui audio tersebut, Zawahri juga kembali menekankan sikapnya terhadap ISIS. Menurutnya, kekalifahan ISIS sebenarnya ia sebut tak punya legitimasi, tapi al-Qaidah akan membantu kelompok militan tersebut dalam memerangi Barat dan pasukan sekuler di Irak dan Suriah.
Hingga kini, belum jelas waktu pembuatan audio tersebut. Namun, jika ditilik dari penyebutan nama Mohamed Omar, beberapa pihak meyakini audio tersebut direkam saat sang pemimpin Taliban itu masih hidup, setidaknya dua bulan lalu. Pasalnya, kematian Omar baru diumumkan oleh pemerintah Afghanistan pada akhir Juli lalu. (stu)