Mesir memang tengah menangani pemberontakan yang terus meningkat pasca mantan Presiden Mohamed Mursi dari kelompok Ikhwanul Muslimin, dikudeta oleh militer menyusul demonstrasi massa yang menuntut pengunduran dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi yang dinamakan ”Hak Para Martir" itu, sejauh ini telah menewaskan 415 militan ISIS dan menangkap 320 orang, menurut pernyataan harian militer.
Satu orang pejabat dan delapan tentara Mesir terbunuh sejak operasi ini dimulai.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyebut ISIS sebagai ancaman eksistensial di Mesir, negara Arab terpadat penduduknya dan sekutu dekat Amerika Serikat.
ISIS telah menguasai sebagian besar Irak dan Suriah, dan kini melebarkan sayapnya ke Libya, Yaman, juga Mesir. (stu)