Pertanyaan ini disampaikan menyusul beberapa komentar Trump yang dinilai menyinggung warga Muslim Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak mengoreksi pernyataan pendukungnya, Trump berdalih dia melakukannya demi mendukung kebebasan berbicara pria itu. Lagipula, lanjut dia, dia tidak wajib membela presiden Obama.
"Apakah saya berkewajiban secara moral membela presiden setiap kali ada seseorang yang berkata buruk atau kontroversial tentang dia? Saya kira tidak!" kata Trump.
Selain mengatakan dia "cinta Muslim" untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat Muslim yang mencakup 2,11 persen dari populasi AS, Trump juga mengaku tidak segan mengangkat umat Islam sebagai anggota kabinetnya.
Hal ini disampaikannya saat mendapatkan pertanyaan dari seorang pelajar dalam sebuah kampanye ke SMA soal keputusannya mendiamkan komentar Islam-nya Obama.
Padahal sebelumnya Trump berusaha menghindari pertanyaan ini dari media, salah satunya dengan membatalkan kampanye di South Carolina pada Jumat dengan alasan urusan bisnis.
Pelajar wanita di SMA tersebut mengatakan bahwa Muslim adalah faktor penting dari Amerika. Dia bertanya apakah Trump akan mempertimbangkan menempatkan seorang Muslim di kabinetnya.
"Tentu saja. Tidak ada masalah dengan itu," jawab Trump.
Dalam wawancara dengan Jake Tampper dari acara CNN "State of the Union" Trump, Minggu (20/9), mengaku punya banyak teman Muslim. Namun dia mengatakan, kelompok Muslim ekstrem yang harus diberantas karena melakukan banyak serangan teror.
"Kita memang memiliki masalah dengan Muslim radikal, tidak perlu dipertanyakan lagi," kata Trump. (den)