Prosedur pengambilan sampel, yang bisa menjelaskan apakah program nuklir Iran pernah memiliki dimensi militer, menjadi bahan perdebatan intens sejak Teheran mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara pada Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengikuti peraturan dan standar dan sampel diberikan kepada ahli IAEA," tambah Kamalvandi. Dia tidak menutup kemungkinan inspektur IAEA akan hadir dalam pengambilan sampel di masa datang.
Kepala IAEA Yukiya Amano mengunjungi situs di Parchin pada Minggu, kunjungan pertama badan PBB itu dalam satu dekade. Media pemerintah Iran menggambarkan kunjungan itu sebagai seremonial ketimbang pemeriksaan. (stu)