Menurut pernyataan Kemlu yang diterima CNN Indonesia, Selasa (22/9), surat tersebut mereka terima pada 29 Agustus 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara isi dalam surat itu, Jonny disebut memiliki sifat mudah marah dan meledak-ledak. Selain itu, Jonny dinilai tidak rasional dalam memberikan perintah, menciptakan kondisi kerja yang tidak kondusif.
Saat dikonfirmasi, Jonny mengaku tidak tahu menahu soal surat tersebut. Pihak kementerian luar negeri, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, tidak mengonfirmasi kebenaran surat tersebut.
Namun Menlu Retno mengatakan akan menindaklanjuti jika pihaknya menerima surat seperti itu. "Semua laporan akan ditindaklanjuti dengan mekanisme internal," kata Retno yang juga tidak mengonfirmasi kebenaran surat tersebut. (den)