Dilansir Reuters, Hadi akan menghabiskan waktu Idul Adha di Aden, kemudian bertolak ke New York, Amerika Serikat, untuk memberikan pidato di mimbar sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kedatangan Hadi ini dianggap melengkapi langkah perebutan kembali kekuasaan di Yaman. Pekan lalu, Perdana Menteri Yaman, Khaled Bahah, dan tujuh menteri lainnya kembali ke Aden untuk menduduki kediaman mereka setelah enam bulan terasing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di Aden, Hadi juga akan memantau kerusakan yang terjadi akibat perang.
Keadaan di Yaman memanas sejak September tahun lalu, saat Houthi berhasil mengambil alih pemerintahan dan akhirnya mengudeta Istana Kepresidenan di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Januari.
Presiden Hadi dipaksa mundur dari jabatannya dan dijadikan tahanan rumah. Namun, Hadi berhasil melarikan diri dan mendeklarasikan bahwa pemerintahannya masih berjalan. Ia kabur ke Aden.
Namun, Houthi berhasil meringsek masuk ke Aden yang berbatasan dengan Arab Saudi. Guna mencegah Houthi masuk ke wilayahnya, Arab Saudi mengirimkan pasukan bersenjata ke perbatasan.
Atas permintaan Hadi, Arab Saudi mendukung pemerintahan resmi Yaman dan menggempur kelompok pemberontak Houthi bersama koalisi serangan udaranya. Hadi pun lari ke Riyadh, Arab Saudi.
Hingga kini, pertempuran Saudi dengan Houthi dilaporkan menewaskan sekitar 4.500 orang. (stu/stu)